Ruang Karya: Inspirasi untuk Terus Berkarya

4 Oct 2018 | 19:05

Di Zona Makerland Bekraf Habibie Festival 2018 terdapat sebuah karya yang menarik perhatian, yaitu sebuah sepeda yang materialnya didominasi oleh kayu. Sepeda itu adalah karya dari Ruang Karya, sebuah komunitas kreatif yang membuat sepeda dengan kayu. Kayu yang dipakai adalah kayu lokal dan disambungkan dengan lem produk buatan dari Ruang Karya. Proses pembuatan satu sepeda kayu memakan waktu hingga 2 bulan.

Dalam komunitas Ruang Karya terdapat “Crona Academy” yang berkonsentrasi pada deco paints, transfer foto, dan rak gantung. Karya-karya tersebut jika sudah selesai dibuat bisa menjadi pajangan atau hiasan yang memesona.

Crona Academy berlokasi di Margonda, Depok. Setiap akhir bulan mereka rajin mengadakan workshop tak berbayar untuk umum. Workshop tersebut terdiri dari tiga sesi, yaitu sesi deco paints, transfer foto, dan membuat rak gantung. Dalam deco paint peserta membuat karya dari botol bekas yang dikreasikan dengan kertas, lem, dan cat khusus. Selanjutnya di sesi transfer foto, dengan bantuan lem khusus yang dibuat secara tradisional, foto akan dipindahkan dalam bentuk cetak ke dalam sebuah papan kayu yang sudah dihias. Di sesi terakhir, peserta membuat rak gantung berbahan kayu dan lem khusus.

Banyak pengunjung yang mampir ke booth Ruang Karya dan mengaku baru pertama kali melihat cara mentransfer foto dengan lem khusus. Tak henti-henti karya-karya yang dipamerkan dikagumi oleh orang-orang yang berkesempatan datang ke Bekraf Habibie Festival 2018.

Crona Academy juga sering mengadakan workshop ke kampus-kampus, khususnya di Jakarta. Workshop itu juga gratis, loh. Dalam kegiatan Crona Academy, mereka mencoba mengajarkan cara membuat kerajinan tangan yang fresh dan lebih ekonomis, dan tidak menggunakan mesin.

Tim Crona Academy selalu menitipkan pesan untuk para pengunjung agar terus berkarya. Karena karya bisa datang dari mana pun bahkan dari benda-benda yang sederhana tetapi berpotensi untuk menjadi produk yang maksimal nilai dan kegunaannya. Teruslah berkarya. [Zantia Karinka/CP]