Rebrew: Memberikan Kehidupan Kedua Bagi Ampas Kopi

4 Oct 2018 | 18:23

Di era milenial seperti saat ini budaya minum kopi menjadi tren yang digandrungi banyak orang. Hampir seluruh kalangan umur di masyarakat, khususnya di Jakarta, menggemari kopi. Warung-warung kopi kekinian juga sudah menjamur di mana-mana.

Liyanti dan suami, pasangan penyuka budaya minum kopi, merasa peduli pada setiap cangkir kopi yang mereka minum, karena akan meninggalkan sampah ampas yang akan kian menumpuk. Mereka pun berpikir mengubah ampas kopi menjadi kompos untuk tanaman. Akan tetapi, karena mereka tinggal di sebuah apartemen, inisiatif mereka mengalami kegagalan.

Tak patah arang, keduanya kembali mencari cara untuk mendaur ulang ampas kopi menjadi sesuatu yang berguna. Akhirnya, mereka membuat ampas kopi tersebut menjadi produk perawatan kulit bermerek “Rebrew”. Ampas kopi sendiri ternyata mengandung banyak manfaat untuk kulit, antara lain sebagai anti oksidan, anti penuaan dini, dan anti keriput.

Produk berbahan ampas kopi mereka salah satunyaa berasal dari kedai kopi ternama di Jakarta. Ampas yang mereka pakai pun adalah ampas kopi lokal, karena mereka hanya mengambil ampas kopi lokal saja. Ampas kopi tersebut lalu mereka bawa ke sebuah lab khusus untuk ditambahkan produk alami lain sehingga menjadi produk perawatan kulit yang berkualitas. Rangkaian skin care yang mereka produksi antara lain all-purpose butter, face scrub, cleansing oil, sunscreen, dan clay mask. Serangkaian perawatan kulit dapat diaplikasikan ke semua jenis kulit.

Ketika ditanya harapannya, Liyanti mengatakan pihaknya berharap Bekraf Habibie Festival di tahun mendatang akan lebih banyak mengundang inovator-inovator yang berkonsentrasi pada isu lingkungan, terutama terkait daur ulang sampah. [Zantia Karinka/CP]