HONF: Inovasi yang Menjawab Permasalahan Sehari-hari Manusia

4 Oct 2018 | 18:35

Di hari kedua Bekraf Habibie Festival 2018, tepatnya di Panggung Utama Hall D2, terselenggara sebuah talkshow yang dipandu oleh HONF (HOUSE OF NATURAL FIBER) Foundation, sebuah komunitas muda dengan berbagai latar belakang dan cita-cita yang berbeda. Mereka ingin berkarya dan berkreasi dengan semangat kebersamaan, menyatukan satu visi yang sama. HONF berdiri sejak 1999, berkonsentrasi pada prinsip-prinsip kritik dan inovasi. Visi HONF adalah berpikir ke depan, positif, dan kreatif. Dalam setiap programnya, mereka bekerja menuju pengembangan seni, sains, dan teknologi untuk masyarakat. HONF lalu memulai Program Fokus Pendidikan (Education Focus Program/EFP), yakni sebuah kurikulum yang menjadi pedoman untuk setiap kegiatan HONF yang diciptakan untuk menanggapi situasi dan kondisi global di Indonesia.

Salah satu proyek komunitas yang berasal dari Yogyakarta ini adalah lab khusus untuk membuat penelitian-penelitian baru seperti rumah serat alam, yaitu media baru yang berfokus pada pengembangan budaya dan seni Media Baru. Lewat rumah serat alam yang didirikan pada tahun 1999, mereka secara konsisten mengembangkan budaya dan seni Media Baru dengan menjalankan sejumlah proyek dan lokakarya seni Media Baru. “Dalam setiap proyek kami berkonsentrasi pada interaktivitas dengan orang dan lingkungan,” tutur Ira dari HONF. Salah contoh inovasi baru yang dibuat oleh HONF adalah memanfaatkan limbah kedelai, karena di Indonesia lebih dari 2.8 juta mengkonsumi kedelai. Agar bisa dimanfaatkan lebih lanjut, komunitas ini mengubah limbah kedelai menjadi material kandang dan kerajinan tangan.

Ternyata banyak yang bisa dimanfaatkan dari hasil limbah. Lewat tangan orang-orang yang inovatif maka lahir ide-ide baru untuk memecahkan masalah limbah ini. Acara hari itu ditutup dengan kutipan dari Ira, “Open means to give more rather than to take more.” [Karisma Rosma Dewi/CP]